Mungkin rasa cinta ku dan keikhlasan q untuk tempat yang q pijak sekarang tak sebesar dan tak semurni orang lain. Akan tetapi aku sangat menghargai apa yang kudapat sekarang dan berusaha menjaga perasaan menghargai itu.
Dan lucunya, orang-orang yang memberiku tempat yang sangat aku hargai ini sama sekali tidak membutuhkan perasaan itu. Jangankan perasaan menghargai bahkan rasa cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang lain pun sama sekali tak dibutuhkan.
They can do anything without people like me. satu persatu keyakinan dan alasan untuk mempertahankan rasa menghargai ini semakin hilang karena ternyata hal tersebut bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk tetap mempertahankan semuanya.
Bahkan saat aku menulis inipun. Mereka akan MEMBACA & MENGETAHUINYA akan tetapi mereka tak akan pernah sadar akan arti sesungguhnya dibalik tulisan ini.
Aku tidak menyalahkan mereka. Situasi ini seperti seorang anak kecil yang mencoba membohongimu dan karena sebuah perasaan menghargai itu, kita mempercayai kebohongan itu. Meskipun kita tahu kalau itu adalah sebuah kebohongan. Dan menuntut akan kebohongan itu adalah hal yang sia-sia. Karena tidak ada hal buruk dari diri mereka yang tertanam jiwa anak kecil. Dan bagi mereka itu bukanlah sesuatu yang penting bagi mereka.
Saat kau mencoba untuk melemparkan granat ke kehidupan mereka. Entah mereka ketakutan atau bersikap seperti pengecut. Akan tetapi mereka akan melakukan tindakan seperti apa yang kau pikirkan (Sangat mudah di tebak). Bermain di belakang untuk menutupi ketakutan dan kemarahan mereka. Mencoba mengubur semuanya tanpa menyelesaikannya.
Walaupun banyak alasan yang tak berguna sudah kubuang. Masih ada sisa alasan lain yang baru aku temukan akhir2 ini. Tapi alasan tersebut bukan untuk mempertahankan rasa menghargai yang aku miliki selama ini. Tapi sebuah alasan yang membuatku harus bisa mengambil keputusan. Apapun kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.