Kosong

Hidup adalah sebuah fase, itu adalah sebuah quote yang klasik yang sering aku dengar. Tetapi juga quote yang paling jujur juga karena memang kita tak akan pernah tahu apa yang akan kita lalui selanjutnya. Yang nantinya akan menjadi sebuah fase dalam drama masing-masing manusia. Hal yang aku permasalahkan disini bukanlah fase itu sendiri akan tetapi bagaimana cara nya agar aku selamat dari setiap fase-fase itu.

jika menengok dua tahun ke belakang saat aku terjebak dalam sebuah fase yang memuakkan akan tetapi juga sebuah fase yang patut aku syukuri. Karena bagiku hal yang memuakkan itu tidak sia-sia. Aku berpikir waktu itu aku sudah mengatasi fase itu dengan cara yang benar. Tetapi seiring berjalannya waktu aku merasa tidak melangkah ke mana-mana, tetap dalam fase yang sama dalam background yang berbeda. Fase ketidaktahuan, fase penuh ketakutan. Mungkin karena aku terbiasa sendiri sehingga aku selalu mengabaikan ketidaktahuanku dan ketakutanku itu. Yah, mengabaikan adalah salah satu cara ku selamat dalam setiap fase itu. Tetapi cara ku itu ada batasnya. saat aku tidak sanggup mengabaikan ketidaktahuanku dan ketakutanku itu. Aku sadar bahwa diriku benar-benar kosong. Iya, kosong dalam arti sebenarnya. Aku tidak tahu apa yang aku cari dalam ketidaktahuanku, cara seperti apa agar aku selamat dari fase kosong ini.

Aku tidak tahu lagi apakah aku masih menjadi pemeran utama dalam drama hidupku sendiri atau hanya jadi penonton yang merasa ikut ambil peran. Aku hanya ingin tahu peran seperti apa yang harus aku mainkan saat ini.

KOSONG.