BALURAN, My First Solo Journey

Harus dari mana ya ceritanya, karena aku bukan lah backpacker atau penggemar acara my trip my adventure seperti kaum-kaum masa kini. Rasanya masih belum percaya bahwa kemarin aku sudah menapakkan kaki di tempat asing. Karena sejauh ini aku hanya terkotak dalam tempat yang aman.

Semuanya berawal dari fase kosong yang masih belum usai batas tenggangnya. Akhirnya ku putuskan untuk melakukan pencarian dalam fase kosong itu. Ku putuskanlah untuk menginjakkan kaki ke Baluran. Sebelum berangkat kesana pun banyak sekali rintangannnya wkwkwkwk. Dari mulai ijin cuti palsu yang aku ajukan selama 2 hari yang meskipun gak di acc aku tetap akan berangkat. Hingga secara tiba-tiba ada proyek kantor yang di lakukan di dekat daerah Baluran di hari yang sama aku pergi kesana (so WTF sekali). Tapi itu sama sekali gak mengubah niat ku ini. Dan perjalanankupun aku mulai.

Untuk sampai ke sana aku naik bus jurusan Probolinggo di Bungurasih (percaya atau tidak, selama aku jadi warga sidoarjo baru pertama kali kemarin aku menginjakkan kaki di terminal Bungurasih). Saat aku turun dari angkot di Bungurasih (sekitar jam 11 siang) aku sempat kebingungan untuk cari busnya. Tapi untungnya banyak calo-calo yang ngasih arah, wkwkwkw untuk pertama kalinya aku suka calo. Akhirnya aku naik bus jurusan Probolinggo, yang di kenakan tarif 20.000/penumpang. Sekitar pukul 14.00 bus nya sudah sampai di terminal Probolinggo. Setibanya di sana aku masih saja kebingungan dan untungnya selalu ada calo yang tak kenal lelah. Saat ku tanya kalau mau ke Baluran naik bus apa, dan akhirnya mereka menawarkanku naik bus jurusan Situbondo. Untuk tujuan Baluran tarif bus dekenakan harga 34.000/penumpang. Bus jurusan ini agak beda dengan bus yang aku naiki ke Problinggo tadi. Kebanyakan busnya masih bus-bus lama jadi terasa sekali ke hororan sopirnya. Perjalanan dari Situbondo ke Baluran merupakan perjalanan yang terlama sekaligus yang ter ekstrem. Entah berapa kali sopir busnya ber aksi seperti adegan fast and furious dedaerah per bukitan. Tetapi semua itu terobati dengan pemandangan yang di lewati saat dalam pejalanan ke Baluran (dari mulai pantai pasir putih sampai dengan hutan-hutan). Saat dalam bus pun beberapa kali aku berganti partner tempat duduk. Dari mulai mbak-mbak yang sepertinya lagi hamil (atau memang cuma gemuk saja), Bapak-bapak seperti chineese, sampai aki-aki yang sempat membuat bulu kudu ku merinding karena penampilannya yang eksentrik. Bayangkan 10 jari tangannya terpakai batu akik dalam berbagai variasi, di tambah lagi kalungnya yang juga terbuat dari batu akik. Ah aku lupa melihat kakinya apa ada batu akiknya juga apa tidak wkwkwkwk.

Aku sampai di depan pintu masuk Baluran sekitar jam 19.00. Pintu gerbang sudah di tutup, pupus sudah lah harapan ku untuk menginap di Pantai Bama dan lihat sunrise. Tetapi pak penjaga gerbang yang baik hati dan tidak sombong memberiku saran kalau mau lihat sunrise masuk jam 04.00 pagi aja mbak, wajahkupun kembali berseri-seri wkwkwkw. Selanjutnya aku coba mencari penginapan. Aku dapat penginapan yang jaraknya tidak jauh dari pintu masuk Baluran sekitar 200 mtr. Pemiliknya ibu-ibu yang ramah, tarif permalanya dikenakan 50.000/malam. Sebelum masuk ke penginapan aku di suruh menunggu dulu di ruang tamu sambil menunggu pengunjung sebelumnya check out. Saat menunggu di ruang tamu ibu itu mempersilahkanku menonton tv yang ada di ruang tamunya dan munyuguhiku channel antv wkwkwkw, jauh-jauh ke Baluran tetap saja stasiun tv favorite makku ini berjaya. wkwkwkwk. Saat itu ku telpon lah marga shu ku  yang selalu ku update bagaimana perjalanan ku sampai Baluran sebut saja saudara R. Tiba-tba muncullah  Bapak-bapak masuk ke ruang tamu yang menawarkan ku ojek atau sewa motor. Bapak itu menjelaskan kalau ojek satu kali antar harganya 50.000 sedangkan kalau sewa motor harganya 100.000/hari dengan bensin full. Lalu kuputuskan lah untuk sewa motor, akhirnya transaksi kami tercapai kata sepakat. Pengunjung sebelumnya pun sudah check out dan aku di persilahkan masuk ke penginapan. Untuk harga 50.000/malam penginapannya nyaman sekali dan juga bersih.

Jam 03.30 subuh aku sudah bangun dan bergegas buat berangkat lihat sunrise di Bama. Suasana di luar masih gelap dan rumah bapak-bapak yang menawarkanku ojek kemarin belum terbuka. Aku ketok pintunya berkali-kali pun tidak ada jawaban samapai 15 menit lamanya. Setelah aku tengok kesebelah ternyata salah satu pintunya terbuka, maka mengendap-endap lah aku ke sebelah (wkwkwk untung tampangku tampang manusia baik-baik). Ternyata ada anaknya yang sedang masak, dan terkejut saat melihat ku. Setelah ku jelaskan akhirnya di membangunkan bapaknya. Yes sepeda motor sudah di tangan berangkatlah aku ke pintu masuk. Penjaganya pun masih sama dengan penjaga yang kemarin malam aku datang. Dengan membayar tiket seharga 15.000/orang akhirnya aku di perbolehkan masuk.

Jam 04.15 aku mulai masuk gerbang Baluran menuju Pantai Bama. Sebelumnya aku sama sekali tidak membayangkan bagaimana jalan menuju ke dalam Baluran, meskipun sebelumnya bapak-bapak pemilik motor ini sudah cerita bahwa jalannya banyak batu-batunya dan gelap. Tapi aku gak kepikiran sama sekali bahwa jalannya benar-benar gelap dan di sebuah Hutan. Saat aku masuk kesana yang kupikirkan hanyalah harus bisa sampai ke Bama sebelum matahari terbit. Jalannya benar-benar gelap dan benar-benar di hutan. Hanya bermodalkan lampu motor sebagai penerangan aku tancap gas terus. Terlihat bayang-bayang pohon-pohon di sepinggir jalan dan beberapa hewan, entah itu kelinci, musang atau mungkin kucing yang keluar masuk Hutan. Sampai sekarang aku masih belum percaya aku yang anti kegelapan bisa masuk hutan jam 04.00 subuh sendirian dalam keaadaan masih gelap-gulita. Anehnya saat itu aku gak ada rasa takut sama sekali. Yang kurasakan cuma hawa dingin dan keinginan melihat sunrise di Bama. Aku hanya terus mengikuti jalan yang ada. dan sampai lah aku di wilayah hotel Savana Bekol. Aku agak tersesat sampai akhirnya ada petugas di area hotel itu yang memberiku petunjuk. Seingatku tadi jalannya cuma satu tidak ada percabangan atau persimpangan. tapi saat aku memutar arah dan tetap aku merasa jalannya cuma satu arah tiba-tiba aku sudah ada di Pantai Bama (Entahlah aku memang punya masalah dalam memahami jalanan wkwkwkwk).

Setibanya di pantai Bama aku amat sangat lega dan senang karena aku sampai sana tepat waktu. Di Pantai masih sepi, hanya ada bebeapa wanita bule yang sepertinya menginap di hotel Pantai Bama sedang menikmati sunrise juga. Ku ambil spot yang enak untuk menikmati keindahan sunrise di Pantai Bama. Saat itu rasanya aku benar-benar masih tidak percaya aku bisa sampai sejauh ini dan menikmati betapa indah nya matahari terbit di hari senin yang selalu menjadi hari keramat bagiku. Sumua itu benar-benar tidak bisa di ungkapkan dan di gambarkan bagaimana rasanya aku bisa berada di sana, dan saat itulah aku yakin bahwa aku harus benar-benar pergi dari zona kosongku ini. Aku rebahkan diriku di pasir pantai Bama selama beberapa menit dan benar-benar rasanya sangat melegakan. Seharusnya aku tidak menunda-nunda untuk pergi kesini, tapi akhirnya aku benar-benar bisa kesini. Benar-benar hal yang luar biasa bagiku.

Ini adalah beberapa penampakan sunrise di Pantai Bama.

DSCN9760Matahari terbitnya benar-benar indah, aku tidak tahu bagaimana bentuknya matahari terbit di tempat lain yang jelas ini matahari terbit yang indah dan berkesan buatku

DSCN9794

DSCN9782 DSCN9807

Karena gak ada sukarelawan yang foto in jadi penampakannya hanya tangan kaki, dan sepatu saja. wkwkwkwkwk

Belum lama setelah matahari terbit muncullah beberapa monyet yang sepetinya terusik dengan mukaku dan ingin berebut tas denganku. wkwkwkwk. Di samping monyet ada juga gerombolan rusa yang juga sedang menikmati air laut di pagi hari.

DSCN9796 DSCN9834

Sekitar pukul 07.30 aku meninggalkan Pantai Bama. Lalu ku lanjut perjalanan selanjutnya ke Savana Bekol. Jarak anatara Pantai Bama dan Savana Bekol tidak terlalu jauh, kira-kira 10 menit jika menggunakan sepeda motor. Setelah beradem-adem dengan air laut di Bama sekarang waktunya buat menikmati sejuk sekaligus teriknya bekol. Disini juga masih sepi, benar-benar tempat yang lapang. Rasanya benar-benar bisa bebas. Jika biasanya aku berada di tempat yang terkotak kotak oleh topeng-topeng jelmaan manusia. Disini aku merasa bebas dan tak terbebani oleh apapun.

Beberapa penampakan di Bekol

DSCN9911 Karena ini perjalanan solo jadi penampakannya hanya bayangan saja. wkwkwkwkwk

DSCN9896 DSCN9908C360_2015-09-14-07-28-06-243Setelah puas di Savana Bekol, ku lanjutkan perjalanan ke menara pandang. Ini adalah tempat yang tadi pagi aku nyasar sebelum ke Pantai Bama. Berhubung aku bukan anak backpacker atau gunung jadi naik kesana agak ngos-ngosan. hehehehehe

C360_2015-09-14-07-53-40-341

View Savana Bekol di lihat dari menara pandang.C360_2015-09-14-07-54-43-903 C360_2015-09-14-07-56-19-508Dari tadi sepatu ini selalu eksis.. wkwkwkwkw

Setelah turun dari menara pandang, karena berasa sudah lapar akhirnya kuputuskan untuk makan di warung dan hanya satu-satunya warung di hutan dekat area hotel. Sepiring nasi goreng dan pop ice coklat di kenakan harga 16.000. Makanannya lumayan enak terhitung aku agak rewel soal selera makan. wkwkwkwk.

Saat sedang menunggu pesananku di buatkan tiba-tiba ada mas-mas petugas baluran yang sedang pesen kopi duduk di depanku. Mulailah dia membuka pembicaraan, sendirian mbak ku jawab saja iya mas dengan senyum buatan ku. Awalnya sikap ku agak kurang peduli, karena pertanyaan itu sudah sering kudengar dari mulai aku berangkat sampai menuju Baluran. Tapi lama kelamaan mas-masnya itu ngobrolnya enak, jadi aku ke bawa suasana. wkwkwkwk. mulai lah mulutku yang sudah ku usahakan buat di rem terbuka juga (masih batas wajar). Mas nya heran saat ku bilang aku sudah kerja dan berumur hampir 25 tahun. wkwkwkwk.  Dan kenekatanku nerobos hutan sendirian jam 04.00 subuh juga membuatnya lebih terheran-heran. Waktu dia tanya kok berani masuk sendiri jam 04.00 subuh. Yah pikirku di sini tempat yang di lindungi pasti gak ada aneh-aneh lah. Terus masnya bilang gini, ya bukan maslah aneh-aneh, kalau tiba-tiba motornya mogok di tengah hutan gimana gak ada sinyal hape dan jauh dari mana-mana, masak mau nangis terus. Deeennggg aku benar-benar gak kepikiran sampai sana, waktu masuk cuma kepikiran harus bisa lihat matahari terbit di Bama, thats it. Aku gak sempet tanya siapa nama masnya itu tapi wajahnya masih ku ingat. wkwkwkwk. Mas-mas nya itu ternyata ngelihat aku yang berdiri sendirian di atas menara pandang (yang mungkin se akan-akan ingin bunuh diri, wkwkwkwk). Setelah itu mas nya pamit kembali ke campnya. Moga next time jika aku ke sana lagi kita bisa ketemu lagi. hehehehe

Nasi goreng pun sudah ku habiskan dan perut ku yang meronta-ronta dari tadi sudah kenyang. Waktu sudah menunjukkan jam 09.00, Bekol sudah, Bama sudah, Menara Pandang juga sudah. Selanjutnya sebelum balik aku putuskan untuk lihat-lihat banteng dulu, seperti yang di sarankan bapak petugas baluran yang lain. sayangnya bantengnya lagi asik-asik makan jadi aku hanya bisa melihat jarak jauh.

C360_2015-09-14-09-19-38-472

Sekitar pukul 09.30 aku putuskan buat kembali lagi ke penginapan buat persiapan kembali. Karena malam ini aku harus sampai Surabaya. Yang tadi nya jalan yang kulewati kondisi gelap gulita sekarang sudah terang benderang. Dan ternyata jalan yang kulewati tadi subhannallah sekali. wkwkwkwkw. penuh bebatuan dan sekeliling benar-benar hutan.

C360_2015-09-14-09-40-01-514Sampai kembali di penginapan sekitar jam 11.00 siang. Meskipun singkat tapi benar-benar menyenangkan sekali buatku. Bahkan aku lupa kalau ada proyek kantor di dekat daerah Baluran, yang seharusnya aku lebih berhati-hati. Benar-benar di luar nalarku aku bisa sampai di Baluran sendirian. Setelah berbenah dan membersihkan diri, sekitar jam 12.00 siang aku mulai pamit dengan pemilik penginapan dan juga bapak tetangga sebelah yang sudah menyewakan motornya buatku.

Aku menunggu bus di jalan raya depan pintu masuk Baluran. Dan saat aku sedang menunggu eng ing eng, lewat lah sebuah rombongan team dari proyek kantor q. Meskipun orang kantor yang ikut cuma satu, enatah dia juga sadar lihat aku atau tidak, karena posisi aku sedang pakai masker, meskipun agak terbuka. Tapi saat itu aku benar-benar tidak peduli dan sama sekali tidak menyesal telah datang ke Baluran. Sekitar jam 13.30 barulah bus jurusan Surabaya lewat. Dan sekita jam 20.00 aku sampai di Surabaya.

Itulah sedikit cerita perjalanan solo pertamaku. Yang sampai saat ini benar-benar aku masih belum percaya. Gak afdol rasanya kalau aku gak ngucapin terima kasih buat teman ku yang dari awal sudah ikut andil dalam misi rahasia ku ini yakni sodara shu R. Dari mulai ikut heboh dalam perijinan cuti kantorku sampai aku kembali dengan selamat dari Baluran. Juga buat ahjumma yang belum pernah ku jumpai dan hanya berkomunikasi lewat blog saja, wkwkwkw, terimakasih atas jasanya memperkenalkan aku dengan Baluran lewat blog nya. Buat orang tuaku yang sudah ku bohongi kalau aku kesana ramai-ramai maaf kan anakmu ini wkwkwkwk yang penting aku sudah kembali dengan selamat.

Ini hanya langkah awal dalam pencarian di fase kosongku. Pencarian msih belum berakhir, entah episode apa yang menungguku selanjutnya.

10 thoughts on “BALURAN, My First Solo Journey

  1. WAOWW!! DAEBAK mbak iki…. serius!! ku acungi 6 jempol! yang 2 pinjem orang lain deh..! gilaakk bgt mbak iki reeekk, melewati hutan baluran jam 4 pagi sendirian pake motor pula! daebakk!! kkkk.. untung gak dibawa JIn baluran kamu nak, kkk

    lain kali harus nyoba senorkeling dan canoing di Bama. harus!! btw, kamu kerja di sidoarjo tah? hayuukk main ke Batu, aku dengan sukarela mau jadi guidenya. hehehe

    1. wkwkwkwk.. rumahku masih ikut wilayah sidoarjo ahjumma.. q sendiri ae sek belum yakin seng kemarin iku nyata apa mimpi ahjumma. .. pas saat ada bayangan yang gerak-gerak gak ngerti itu pohon atau mahluk lainnya.. wkwkwk.
      rumahmu malang mana ahjumma, kemarin sebelum berangkat niatnya minta petuahmu berhubung no reply sampai hari H terpakasa langsung capcus aja…
      pas nyampai di Bama masih sepi jadi penyewaan snorklinge belum buka kayak e.. *atau q yang gak ngerti tempate hahahaha*

      1. Walahhh… Maap yoh loq respon lah gak ada notifikasi dr wordpress, jadi gak ngerti kalo km bales. Kalo lewat email paati nyampe… Hiiiiii… Padahal hutan baluran lumayan terkenal serem lohh.. Hehehe *sok tau*
        Oh… Kowe arek sidoarjo toh… Mbok main ke mbatu.. Hehehe. Rumahku deket alun-alun Batu.. Nanti kalo main ke alun-alun batu langsung calling ajah. Ntar tak samperin. Hehe

      2. Kalo mau sewa alat senorkeling langsung ke kantor resor.. Yg deketnya muholla itu lohh.. Biasanya pagi2 mas2 penjaga uda pada rahin sapu2 koq. Gak ada tab kemarin??

      3. yang depannya ada tulisan tarif snorklingnya ya, itu kemarin masih pada tutup semua.. iya cuma ada bapak-bapak yang lagi bersih-bersih pantai.. tak kira bukan bapak-bapak itu yang nyewain. .. next kalau kesana pingin bermalam di Bama.. hohohoho..

      4. Iya.. Bapak bapak itu… Siapa namanya lupa aku.. Bapak itu juga biasany jadi guide senorjeling juga…
        Iya.. Next time wajib nyobain senorkeling. Dijamin stresa mu hilang. Hehe *sok tau* dan rasakan sensasi mengapung ditengh laut seorang diri *mulai lebay!!* 😝

      5. wkwkwkwkw… isok-isok q terhanyut di bawa laut.. gak mau keluar dari air karena overload stressnya…
        padahal kemarin itu wes ungak2 pingin snorkling loh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s