Shigatsu wa Kimi no Uso

Shigatsu wa Kimi no Uso, atau yang biasa di sebut Your Lie in April. Genre : Drama, Romance, Music. Jumlah episode 22

shigatsu-wa-kimi-no-uso-episode-1-10

Berhubung akhir-akhir ini tidak ada k-drama atau j-drama yang bisa menggaet hatiku, jadi aku beralih ke anime. Tetap dengan genre kesukaan ku pastinya, yaitu romance dan drama. Dan kali ini ada sentuhan genre musik klasiknya. Sebetulnya, agak trauma nonton drama atau anime yang berunsur musik klasik. Karena pasti bawaannya ngantuk, pengalaman dari nonton nodame cantabile (baik anime ataupun dramanya), tapi itu bukan anime dan drama yang buruk loh, hanya saja aku yang kurang ngerti bahasa musik klasik jadi bawaannya ngantuk karena mayoritas ceritanya tentang musik klasik. Tapi aku berhasil menontonya sampai tamat dari season 1 sampai 2, karena di imbangi adegan lucunya, jadi bisa bertahan melek waktu nontonnya.

Ok, back to title, Your lie in April, untuk sinopsis singkatnya. Di ceritakan seorang pemuda SMP bernama Arima Kosei, yang dari kecil sudah menjadi pianis berbakat, dan sering menjuarai concour piano. Tetapi setelah ibunya meninggal Kosei tidak bisa lagi bermain piano, karena dia tidak bisa mendengarkan suara piano yang dia mainkan sendiri. Tetapi pendengaran Kosei sebenarnya masih normal. Hanya saja pada saat dirinya bermain piano, perlahan-lahan nada piano yang di mainkannya menghilang. Selama dua tahun Kosei menjalani kehidupan yang metronom (atau bisa di bilang melihat dunia seperti warna abu-abu). Menjalani kehidupan anak SMP biasa bersama dua teman masa kecilnya  Sawabe Tsubaki & Ryota Watari. Dan pada suatu hari Kosei di pertemukan dengan gadis pemain biola Kaori Miyazono. Kaori adalah pemain biola yang bisa di bilang bermain dengan gaya nya sendiri, sehingga mampu menarik perhatian Kosei. Yup dari sini lah nanti adegan-adegan drama akan muncul. Konfilk perasaan Kosei yang menyukai Kaori, sedangkan Tsubaki yang selalu ada buat Kosei, Tentang anggapan Kosei bahwa Kaori menyukai Watari. Tidak hanya konflik romance saja, tetapi juga tentang perjuangan Kaori yang berusaha untuk membuat Kosei bermain piano lagi. Serta bagaimana Kosei melawan rasa traumanya terhadap mediang ibunya.

Kesan awal dari anime ini adalah, art nya bagus banget, meskipun di terbitkan di majalah shonen tetapi art animenya khas shoujo. Di tambah setting musim yang di tonjolkan adalah musim semi di bulan April, dimana musim perdana untuk mekarnya bunga sakura. Kalau untuk plot cerita bagiku sendiri, tadak jelek tetapi juga tidak wow (maaf, kurang bisa mendiskripsikan hehehe). Karena bagi yang sudah banyak menonton berbagai jenis drama, sebenarnya plotnya biasa-biasa saja. Nah, apa yang membuatnya menonjol ?, nilai plusnya adalah pembawaan ceritanya. Eehmm gimana ya kalau di gambarkan. Maksudku dengan pembawaan ceritanya adalah tentang bagaimana setiap karakter dalam anime ini mengutarakan emosi mereka, Jika kebanyakan drama romance selalu terjebak dengan pengutaraan cerita secara dramatis, yang seharusnya menjadi senjata bagi setiap genre drama. Akan tetapi jika formula yang di pakai secara berlebihan maka hasilnya akan mebuat penonton jadi tidak nyaman, atau bahasa buruknya jadi mual berlebihan saat menontonnya. Tetapi di Shigatsu wa Kimi no Uso ini, penggambaran emosi yang di sampaikan sangat lah pas, memang berlebih tapi tidak mebuat penonton merasa muak dengan adegan-adegan klisenya. Malah menjadikan adegan itu bisa melekat di pikiran (abaikan bahasa hiperbolanya).

Dari segi karakter, menurutku pribadi tidak ada yang menonjol atau menimbulkan kesan. Di sinilah salah satu kelemahannya yang kadang buat aku ngantuk di tengah-tengah episode. Bahkan untuk adegan-adegan lucunya kurang pas juga menurutku dalam penempatan di beberapa adegan. Tetapi kelemahan dalam anime ini tidak terlalu menonjol sehingga tertutupi oleh pembawaan cerita yang pas dan meninggalkan kesan dalam tiap episodenya.

Untuk musik-musik klasik yang di pakai, berhubung aku tidak paham sama sekali mengenai musik klasik. Tetapi bagi telinga awam sepertiku,  musik yang ada di Shigatsu wa Kimi no Uso lebih bisa di terima telingaku dibanding dengan musik di anime Nodame Cantabile.

Nah bagi yang pingin menjajal anime bergenre romance, drama. Anime ini bukanlah pilihan yang buruk. Artnya sangat bagus buat mata. Jika disuruh menilai 1-10, maka pendapat pribadiku nilainya adalah 8. Karena beberapa adegannya bisa membuat aku merinding (sekali lagi, abaikan hiperbolanya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s