Dark come from the light

Mungkin ini yang dinamakan menyerah. Menyerah dalam arti sebenarnya. Kelelahan yang selalu terabaikan. Rasa yang tidak lagi bisa di namai. Mimpi yang tak lagi sanggup di gambarkan. Yah, semua terasa hilang.

Bagiku ini lah jalan yang tepat. Cara termudah untukku dan bagi orang yang berharga buatku. Yah, itu hanya perkiraan semata. Nyatanya, keputusan menyerah dalam arti sebenarnya ini, membutuhkan banyak sekali perlawanan didalam diriku sendiri. Dalam kelelahan ku untuk berusaha melawan apapun yang tersisa.

Apakah, ini yang di namakan dunia abu-abu. Padahal banyak cahaya yang diberikan padaku, cahaya yang terang, cahaya yang indah, cahaya yang selalu berkilau karena ketulusanmu. Apa karena berlimpahnya cahaya yang kuterima ini sehingga membuatku menjadi rabun akan sekitarku.

Kau, seorang yang tak mungkin aku benci, seorang yang selalu memberiku banyak cahaya, seorang pemegang kemudi yang selalu aku lihat dalam bangku penumpang di hidupku. Karena hal-hal baikmu itulah membencimu sama dengan menyakitiku. Tetapi tanpa kau ketahui semua hujan-hujan kebaikanmu itu, seakan perlahan-lahan membuatku lumpuh. menjadikanku berhenti untuk berlari mengejar cahaya yang aku inginkan. Karena cahaya-cahaya yang sudah kau taburkan padaku bukanlah cahaya yang kucari.

Lelah, mungkin ini anggapan bagimu tentang keputusanku. Tetapi, sesungguhnya alasan itu tidaklah cukup untukku. Manusia yang dengan berbekal kekuatan perlawanan seadanya dalam mengambil keputusan yang selalu ku kutuk ini. Penyerahan ini ada karena semua pintu sudah tertutup untukku. Diam, hanya itu yang bisa bisa kulakukan. Jika aku melangkah maju untuk mendobrak pintu yang ada di depanku, maka tidak saja cahaya darimu hilang untukku tetapi juga untukmu sendiri. Dan cahaya yang kucari akan tertutupi oleh gelapmu yang telah kehilangan kilau cahayanya yang benderang. Akupun tidak bisa berjalan mundur untuk melarikan diri, karena aku sudah tidak punya keyakinan untuk selamat dari dunia yang abu-abu ini.

Aku tetap tak bisa membenci mu. Dan itu menjadikanku muak dengan diriku sendiri yang tidak bisa membencimu. Karena aku tahu, jika aku membencimu, maka aku juga akan menghancurkan diriku sendiri. Jadi beginilah aku sekarang, menyerah adalah jalan yang menurutku paling mudah. Aku menyerah terhadap kilauan cahayamu yang benderang. Aku menyerah dalam duniaku yang abu-abu ini.

Apa memang menyerah itu sesakit ini ? Entahlah bahkan sakitpun tidak kukenali lagi rasanya, dan harus bagaimana menggambarkannya. Semuanya masih terlihat abu-abu, tetapi saat ini tubuhku serasa tak berpijak di manapun. Diriku terasa sangat ringan, amat sangat ringan sampai-sampai aku seperti mengambang dan tidak merasakan bagian tubuhku sendiri. Aku tahu aku tidak akan selamat dari keputusan menyerahku ini.. Tetapi aku tidak tahu adanya pilihan lain. Tidak ada satupun yang memberitahuku bagaimana aku harus selamat dari fase ini.

Sesungguhnya aku benar-benar ingin bisa mengatakannya, semua kata-kata yang selalu aku tahan selama ini. Hanya kepadamu saja, yah aku tidak perlu orang lain mendengarkan semua ini. Yang kubutuhkan hanyalah dirimu yang mendengarkan. Tetapi aku terlalu takut akan hasilnya, hasil yang nantinya bisa menjadi penghianatan yang besar bagi diriku sendiri. Hasil yang kutakutkan akan membuatku bisa membenci dirimu dan diriku sendiri. Kata-kata yang tertahan ini sedikit demi sedikit mencekik diriku. Tak apa-apa, karena ini hanya akan membuat diriku sendiri yang terluka, membuat hanya diriku yang dibenci. Tak apa, karena aku sudah terbiasa dengan itu. Tetapi aku tidak lah baik-baik saja.

Yang bisa kulakukan sekarang adalah melayang di dunia metronomku sendiri, dunia yang seharusnya di penuhi cahaya yang menyilaukan. Dunia darimu, orang yang membuatku menyerah, dan merelakan sebagian dari diriku mati. Dirimu yang tidak bisa ku benci, Dirimu yang seharusnya menjadi orang yang tersayang di dunia ini, Ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s