Tomorrow With You

Ini adalah salah satu drama yang aku nantikan di tahun 2017. Kenapa ? itu karena dua pemeran utama yang memainkan drama ini. Pemeran utama di drama ini adalah Lee Je Hoon dan Shin Min Ah. Awalnya aku tidak begitu tertarik dengan Lee Je Hoon, tetapi akibat nonton drama signal. Aku jadi ingin melihat dia main di drama yang bergenre romance. Karena wajahnya cocok banget buat drama yang bergenre romance. Dan akhirnya keturutan juga di drama ini. Dan Shin Min Ah sebagai pemeran utama wanitanya, semakin menambah daya tarik ku ingin menonton drama ini. Sebenarnya acting Shin Min Ah bagiku biasa-biasa saja. Bukan maksud ku bilang aktingnya buruk ya, jadi jangan salah paham hehehe. Aku bilang biasa-biasa saja karena bagiku karakter yang selalu dia mainkan adalah selalu karakter yang aman. Aman dalam arti sepertinya mudah dimainkan oleh Shin Min Ah. Karena karakter-karakter yang ada dalam drama-drama yang dia mainkan hampir semuanya memiliki karakter yang sama. Yaitu karakter wanita yang ceria dan cantik (kalau ini emang dari sononya cantik, hahahaha). Intinya karakter yang manusiawi sekali lah. Tapi yang paling aku suka dari Shin Min Ah adalah chemistrynya dengan lawan mainnya. Dia selalu memiliki chemistry yang bagus dengan lawan mainnya yang membuatku betah nonton drama yang dia mainkan. Apalagi ini dengan Lee Je Hoon yang sangat aku nantikan drama romance darinya setelah nonton Signal. Those two are great combination.

Back to drama tomorrow with you. Cerita drama ini dimulai dari seorang pria yang bernama Yoo So Joon, di perankan oleh Lee Jee Hoon. Dia memiliki kemampuan untuk pergi ke masa depan, yang di sebut juga dengan time traveller atau penjelajah waktu. Karena kemampuannya itulah dia bisa menyelamatkan nyawa Song Ma Rin yang di perankan oleh Shin Min Ah. Dia menyelamatkan Song Ma Rin bukan tanpa alasan. Alasannya menyelamatkan Song Ma Rin adalah karena di masa depan, tepatnya 2 tahun kemudian dia melihat bawa dirinya dan Song Marin akan meninggal di tempat dan waktu yang sama. Oleh sebab itulah Yoo So Joon pun akhirnya memutuskan untuk terlibat dengan Song Ma Rin, agar dia bisa tahu kenapa di masa depan dia bisa meninggal bersama dengan Song Ma Rin.

Song Ma Rin sendiri adalah seorang mantan artis cilik. Yang dulu perannya sangat terkenal dengan nama Bap Son. Sehingga sampai sekarang banyak yang memanggilnya Bap Son jika bertemu dengannya. Meskipun Song Ma Rin dulunya adalah seorang artis cilik, tetapi nasibnya sekarang tak seindah masa kecilnya. Song Ma Rin hidup dengan ibunya saja, karena ayahnya meninggalkan mereka sejak masih kecil. Dan ibunya sudah membuang semua foto-foto ayahnya, sehingga dia lupa bagaimana wajah ayahnya. Dia sebenarnya tidak memiliki bakat acting, waktu itu hanya obsesi Ibunya saja sehingga dia bisa berperan sebagai Bap Son. Yang tanpa di sangka menjadi peran yang sangat booming pada masanya. Saat ini Song Ma Rin tidak melanjutkan untuk beracting karena dia sadar tidak ada bakat dan keinginan untuk melanjutkannya. Dia hanya hidup sebagai photografer freelance biasa. Yang berusaha untuk menjadi photographer profesional. Akan tetapi karena kebiasaan buruknya yang minum alkohol dan mabuk di sembarang tempat, membuat banyak artikel negatif yang menceritakan tentang kehidupannya saat ini. Sehingga dia tidak suka jika ada yang mengenali dan memanggilnya sebagai Bap Son. Baginya peran Bap Son adalah beban baginya, dia hanya ingin hidup normal tanpa ada perhatian publik kepadanya.

Song Ma Rin, kelakuannya pas sadar setelah mabuk.

Singkat cerita, karena terus masuk dalam kehidupan Song Ma Rin. Akhirnya tanpa waktu yang panjang, Yoo So Joon menikahi Song Ma Rin. Di sinilah konflik-konflik dalam drama itu  di mulai. Karena jarak perkenalan dan pernikahan mereka terlalu cepat Song Ma Rin beranggapan bahwa pernikahan mereka adalah sebuah kesalahan. Song Ma Rin merasa banyak hal yang di sembunyikan oleh Yoo So Joon darinya. Banyak hal yang lebih banyak di ketahui orang lain tentang Yoo So Joon daripada apa yang di ketahui Song Ma Rin tentang Yoo So Joon. Dan Yoo So Joon pun harus struggle sendirian untuk bisa mengubah masa depannya dengan Song Ma Rin agar tidak berakhir buruk.  Well, aku tidak akan kasih spoiler yang lebih dari ini. Silakan menonton dramanya sendiri bagi yang penasaran 😀 .

OPINI PRIBADI TENTANG DRAMA INI

Sebenarnya ini bukanlah salah satu drama favoritku. Tetapi drama ini telah lulus dari kebiasaanku yang selalu berhenti nonton di tengah-tengah episode jika dramanya membosankan. Di negaranya sendiri rating drama ini sangat memprihatinkan dibanding dengan drama sebelumnya yang di gantikannya yaitu drama master piece nya Kim Eun Soek “GOBLIN”. Ratingnya yang rendah itu sebenarnya sangat disayangkan karena bagiku ceritanya tidak buruk-buruk amat. Hal yang membuatku agak bosan dengan drama ini adalah ide ceritanya yang tentang perjalan waktu ke masa depan. Karena sepertinya akhir-akhir ini banyak genre drama yang ide ceritanya seperti itu. Walaupun sebenarnya ide ceritanya bagus, tetapi menurutku terlalu rumit sehingga banyak adegan-adegan dalam drama ini yang menurutku tidak nyambung. Ada juga scene-scene yang menurutku what the fuck is this. Harusnya bisa di selesaikan dengan mudah kenapa harus di persulit. Contohnya adalah adegan saat ayah Se Yong meninggal, padahal si ahjussi teman So Joon yang juga seorang time traveler tahu siapa pelakunya. Kenapa coba harus berbelit-belit dan bersusah payah agar So Joon tidak tahu. Toh pada akhirnya So Joon tidak bisa merubah masa depan. Well, aku mengerti jika itu terbongkar di pertengahan maka tidak akan  cerita selanjutnya. Tetapi kenapa itu tidak di kemas dengan cara yang simple dan mudah di pahami. Tetapi memang genre perjalanan waktu itu bagiku sangat sulit digambarkan dalam drama. Karena menggambarkan masa sekarang dan masa depan adalah hal yang rumit. Karena dua hal tersebut harus saling bersinkronisasi.  Jadi saranku saat menonton drama ini jangan terlalu memikirkan sebab akibat tentang perjalanan waktu dari Yoo So Joon. Itu akan menyia-nyiakan pikiran kalian, hehehehehe.

So, apa yang membuatku bertahan bisa nonton drama ini sampai akhir ?. As expected from Shin Min Ah, chemistry antara dia dan Lee Jee Hoon sangat bagus dan natural. Hubungan mereka tidak digambarkan secara berlebihan, kadang mereka bertengkar kemudia berbaikan. Dan saat mereka bertengkar, hal itu digambarkan seperti pasangan-pasangan pada umumnya. Dan love development antara So Joon dan Ma Rin, di gambarkan dengan alur yang rapi, tidak terburu-buru dan tidak terlalu lambat. Adegan favoritku adalah saat Yoo So Joon dan Song Ma Rin bertengkar di awal-awal pernikahan mereka. Karena Song Ma Rin merasa banyak hal yang tidak di ketahui olehnya tentang Yoo So Joon. Yang justru dia lebih banyak tahu tentang Yoo So Joon dari teman dan kerabat dekat Yoo So Joon. Hal itu membuat Song Ma Rin kecewa, di tambah lagi sikap Yoo So Joon yang menganggap itu bukanlah hal yang besar. Song Ma Rin pun memutuskan untuk pergi dari rumah dan akhirnya jatuh sakit sehingga harus menginap beberapa hari di rumah sakit tanpa sepengetahuan Yoo So Joon. Saat Yoo So Joon yang akhirnya tahu kalau Song Ma Rin ada di rumah sakit. Yoo So Joon pun mulai bersikap baik dan membujuk Song Ma Rin kembali. Dia mengabulkan permintaan Song Ma Rin yang aneh-aneh. Dan di akhir adegan Yoo So Jon akhirnya mulai sedikit jujur dengan Song Ma Rin mengenai dirinya, dan betapa berat dan kesepiannya dirinya. Adegan saat mau bersambung memang adegan yang terbaik.

Song Ma Rin & Yoo So Joon

Di samping chemistry para pemeran utamanya yang bagus. Hal lain yang membuataku betah dengan drama ini adalah karakter Song Ma Rin yang di perankan oleh Shin Min Ah. Kehidupan yang di jalani Song Ma Rin di awal episode di gambarkan sebagai seorang yang meskipun berusaha keras tetapi tidak ada hasil yang memuaskan sehingga dia sering meampiaskannya dengan minum dan mabuk. Tetapi karena kejadian di masa lalunya, yaitu kejadian saat dia selamat dari sebuah peristiwa kecelakan sebuah subway. Maka dia sanggup bertahan dari hidupnya yang berat dan memuakkan saat ini. Dia merasa bahwa karena dia selamat dari kecelakaan itu dan masih bisa hidup sampai saat ini, pasti ada alasan dan tujuan kenapa hal itu terjadi. Karena itu dia selalu berusaha bersyukur dan tetap bertahan dengan keadaannya saat ini. Di samping karena sikap realitisnya itu, aku juga suka profesi yang di gunakan dalam karakter Song Ma Rin ini, yaitu sebagai photographer. Bagiku profesi itu sangat keren sekali meskipun disini dia di ceritakan karakternya sebagai photographer freelance biasa. Selain profesinya, aku juga suka style baju yang di gunakan Song Ma Rin di drama ini. Tidak terlalu berlebihan, casual dan tetap modis. Mungkin karena yang memakai adalah Shin Min Ah kali ya, makanya kesannya tetap modis walaupun modelnya casual.

Satu lagi yang aku suka dari drama ini adalah scene effectnya. Scene efect yang di gunakan dalam drama ini seperti effect yang di gunakan dalam film-film. Jadi saat menonton drama ini rasanya seperti menonton film di bioskop-bioskop. Bawaannya juga damai lihat effectnya itu. Jadi meskipun ada adegan yang harusnya tegang, jadi tetap nyaman lihatnya karena effect yang di gunakan.

Jadi, jika drama ini di katakan buruk, sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Dan juga tidak terlalu mengecewakan. Jika ingin menikmati drama ini maka aku sarankan tidak perlu berfikir keras,  ikuti saja alurnya tanpa perlu mempertanyakan kenapa dan bagaimana. Karena itu akan jadi tambah merusak kesenangan nonton drama ini. Selesai menonton drama ini, membuatku jadi semangat untuk tetap menghadapi masa depan. Dan karena chemistry yang bagus dari kedua pemeran utamanya, membuatku juga semangat untuk agar bisa jatuh cinta lagi (wkwkwkw, sorry agak curcol). Dari drama ini aku jadi berfikir. Bahwa memang masa depan itu memang lebih baik jika tidak mengetahuinya. Karena hidup yang pasti adalah hari ini. Hidup yang benar-benar kita jalani adalah hari ini. Masa kini adalah merupakan bagian dari masa depan dan juga masa lalu. Jadi hal yang terbaik untuk masa depan kita adalah give the best for today. Dan seberapa berat apapun yang terjadi menimpa kita saat ini. Jika kita masih bisa tidur dan keesokan harinya kita tetap masih bisa hidup dan bangun lagi, maka pasti ada alasan kenapa kita tetap di beri kesempatan untuk hidup dan menjalaninya. Mungkin untuk sebagai pertanda bagi kita bahwa kita selalu di beri kesempata kedua untuk bisa mengubah keadaan dan masa depan kita. Pertanda bahwa masih ada harapan yang lebih baik menanti. Harapan yang bisa membuat kita bisa merubah keaadaan kita saat ini. Karena itu aku selalu belajar untuk hidup yang terbaik untuk hari ini.

 

Advertisements

3 thoughts on “Tomorrow With You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s