Voice (K-Drama)

Beberapa minggu ini aku sudah hampir vakum tidak nonton drama. Karena aku cuma fokus nonton acara produce 101 S2 dan beberapa acara variety show korea. Dan setelah beberapa hari galau karena ending acara produce 101 S2. Yang sampai saat ini masih tidak rela, karena salah satu favoritku *sebut saja Kim Jong Hyun* tidak masuk 11 besar buat debut. Maka aku putuskan kembali mendrama lagi saja. Kalau ingat itu rasanya masih tersayat-sayat. Ini adalah fase yang memalukan di usiaku yang sudah tidak belia lagi ini. Karena mengikuti acara seperti itu dan ikut terbawa perasaan dengan hasilnya -__-‘ . Abaikan saja intro nya.

Drama pilihan yang ingin ku tonton setelah beberapa bulan vakum adalah drama korea yang berjudul voice. Drama ini bisa di bilang masih baru, karena baru bulan maret kemarin tamat. Dan sudah menjadi salah satu list drama yang mesti aku tonton. Karena banyak review yang mengatakan drama ini lumayan dan cukup bagus. Di tambah banyak komentar netizen tentang kharisma Kim Jae Wook sebagai villain di drama ini. akan tetapi berhubung genrenya action, thriller dan tentang kriminalitas. Jadi aku butuh waktu yang tepat buat otakku agar bisa nonton drama ini. Dan moment di libur lebaran inilah waktu yang tepat. Dimana 10 hari liburan, aku tidak ada planning beranjak dari rumah. Dan tidak banyak pikiran soal pekerjaan atau drama-drama live di kantor.

Untuk sinopsis lengkapnya bisa di check di asian wiki atau wikipedia. Inti ceritanya tentang polisi yang berusaha menangkap pembunuh psikopat. Di postingan ini aku cuma ingin mengutarakan opini pribadi saja mengenai drama ini. Aku mulai dari plot ceritnya, yang aku suka dari plot cerita di drama voice ini adalah dalam drama ini kita di suguhkan berbagai macam kasus dan di kemas secara menarik sehingga tiap episode kita di buat penasaran dan selalu ingin tahu seperti apa episode selanjutnya. Karena kita di suguhkan berbagai macam kasus yang berbeda dan beragam, jadi kita tidak bosan saat menonton drama ini. Meskipun drama ini selalu menyuguhkan berbagai macam kasus yang berbeda, tetapi benang merah dengan cerita utamanya tetap ada jadi jalan ceritanya tidak kehilangan arah. Dan salah satu daya tarik dari drama ini adalah, dalam kasus yang digunakan dalam drama ini menggunakan tema psikologi. Berbagai penyakit dan istilah psikologi di gunakan dalam cerita drama ini.

Untuk para pemainnya, bagiku tidak ada yang terlalu mengganggu. Bahkan para pemain figuran yang ada dalam setiap kasus kriminal di drama ini, aktingnya sangat bagus sekali. Jadi kesan thrillernya dapet banget. Yang paling membekas di ingatanku adalah akting nenek-nenek di kasus soorim-dong yang mulai muncul di episode 6. Akting nenek tersebut benar-benar membuat bulu kudu ku merinding. Sorot mata nenek itu dan efek yang digunakan saat adegan nenek itu muncul bener-bener horor banget. *spoiler alert* dan saat di akhir episode 6, ternyata di temukan mayat yang terbungkus plastik di dalam lemari kamar nenek itu dan di scene itu di perlihatkan sorot mata mayatnya. Scene itu adalah salah satu scene yang paling membuat bulu kudu ku merinding.

Dan akting Kim Jae Wook sebagai Mo Tae Goo,Β  pembunuh psikopat yang kharismatik di drama ini patut di acungi 4 jempol sekaligus. Di sini dia memerankan karakter psikopat yang elegan dan berkharisma dengan wajah bak model. Seorang anak dari konglomerat yang sebenarnya mempunyai gangguan jiwa sehingga merasa mendapatkan kenikmatan saat membunuh manusia. Saat karakternya muncul selalu di dampingi backsound music klasik yang menurutku horor sekali. Jadi hal itu semakin membuat merinding saat scene nya muncul. Dan meskipun disini dia perannya adalah seorang pembunuh psikpot. Tetapi dia sanggup menampilkannya secara elegan dan berkharisma. Jadi antara takut dan pingin jadi fansnnya, itulah perasaan saat karakter Mo Tae Goo ini muncul. Sepertinya penulisnya ingin sekali membuat penonton drama ini susah membenci karakter villain Kim Jae Wook. Aku sudah suka sama akting Kim Jae Wook ini sejak di coffee prince dan marry me mary. Dan di drama ini dia semakin keren saja aktingnya dan masih tetep HOT walaupun sudah menjadi ahjussi *abaikan yang ini*.

Dan hal yang aku suka dari drama ini adalah pengambaran betapa kerennya team call center kepolisian 112. Seandainya saja team seperti itu ada di dunia nyata. Jadi team call center kepolisian tidak hanya menerima laporan kriminal dari publik saja. Tetapi mereka juga memiliki andil dalam menyelesaikan kasus-kasus kriminal yang di laporkan di 112. Dengan cara mengguide para detective dan polisi yang ada di lapangan, melacak lokasi kasus yang terjadi hingga menelusuri pelaku atau para korban yang terlibat dengan kasus yang terjadi. Di drama ini kasus-kasus yang di terima team 112 adalah kasus-kasus yang bisa di bilang urgent karena kasus yang dilaporkan adalah kasus-kasus yang sedang terjadi dan harus bisa di selesaikan dalam waktu secepatnya agar tidak ada korban.

Tidak ada gading yang tak retak. Walaupun secara kesulurahan drama ini tidak mengecewakan. Tetapi ada beberapa hal yang sedikit mengganggu dalam drama ini. Meskipun antara kasus-kasus yang terjadi di drama ini dengan cerita utamanya memiliki benang merah. Akan tetapi bagiku benang merah itu terlalu maksa sekali. Misalnya, seperti kasus penculikan Eun Byul, di sana di ceritakan kalau si penculik menjadi saksi mata saat Mo Tae Goo membunuh istri Moo Jin Hyuk. Dan saat bertemu dengan Leader Call Center Kang Kwon Joo si pelaku bisa langsung tahu jika Leader Call Center merupakan salah satu anak dari korban Mo Tae Goo. Di situ sama sekali tidak di jelaskan kenapa si penculik bisa langsung tahu kalau Leader Call Center sedang mengincar Mo Tae Goo. Dan saat kasus teror untuk Oh Hyun Ho, pada saat si pelaku teror bisa masuk kedalam ruangan dokumen kepolisian. Disitu sama sekali tidak di jelaskan kenapa dia bisa masuk kesana. Karena itu adalah ruangan arsip dokumen kepolisian. Yang semestinya hanya pegawai khusus yang bisa masuk.

Banyak sekali detail-detail yang di hiraukan dalam drama ini dan itu sedikit mengganggu. Karena jika menonton drama dengan genre seperti ini. Mau tidak mau kita juga ikut berpikir kenapa dan bagaimana kasus itu terjadi. Tapi so far hal-hal kecil itu bisa di abaikan. Dan salah satu hal yang agak menggangguku dalam drama ini adalah akting ke dua pemeran utamanya yaitu Jang Hyuk dan Lee Hana. Untuk Jang Hyuk sendiri sebenarnya bisa di bilang dia aktor yang sudah punya nama di korea sana dan aktingnya bisa di bilang selalu di puji oleh netizen. Tetapi entah kenapa saat dia ngomong rasanya seperti orang yang kumur-kumur atau mabuk. Jadi kadang aku kurang bisa menghayati saat dia akting serius

Dan Lee Hana sendiri, aku belum pernah nonton drama yang di bintanginya sebelum-sebelumnya. Jadi aku kurang tahu kualitas aktingnya seperti apa. Tapi disini, entah dia memang karakternya kaku seperti itu atau memang aktingnya kurang bagus, aku jadi bingung menilai aktingnya. Karena selama drama ini tayang ekspresinya bagiku datar-datar saja dan sorot matanya yang sendu di paksa menjadi tegas itu rasanya seperti pemaksaan sekali. Tapi aktingnya tidak buruk-buruk amat, hal ini bisa aku abaikan karena jalan ceritanya yang selalu dinamis dan bikin orang tegang.

Terakhir yang membuatku cukup terganggu saat menonton drama ini adalah cara mendirect dramanya yang terlalu dinamis. Cara mendirectnya seperti di kejar setan, jadi pada saat adegan yang menurutku biasa-biasa saja yang seharusnya tidak perlu banyak efek seperti pecakapan normal antara pemain. Saat ada adegan seperti itu, kameranya cepat sekali berpindah-pindah scene dari wajah dan angle para pemainnya. Dan efek kameranya yang bergerak naik turun atau bergetar-getar saat para pemainnya sedang saling berbicara. Hal itu cukup membuat mataku lelah saat menonton drama ini. Mungkin karena genrenya adalah thriller dan kriminalitas kali ya, jadi PD drama ini ingin menimbulakan efek tegang sepanjang episode. Dan hal itu menurutku berhasil, karena saat menonton drama ini rasanya seperti maraton jadi tanpa sadar kita banyak menahan nafas dan di akhir episode kita menjadi ngos-ngosan akibat saking tegangnya.

Tetapi secara keseluruhan drama ini tidak mengecewakan dan bisa membuat kita ketagihan saat menontonya. Dan drama ini bisa membuatku bertahan menonton selama 16 episode meskipun dengan genre yang jarang sekali aku tonton. Dan daya tarik Kim Jae Wook di drama ini benar-benar kuat sekali. Setelah menonton drama ini aku pingin banget lihat dia main di drama lain dengan genre yang berbeda.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s